In the name of Alloh
Note from a Lady on Sunday, November 15, 2009
ALL OUT
Menikmati hari libur ketiga di asrama putri Yassalam (Cileungsi-Bogor)… Ga kerasa, udah tiga minggu di sini, menjalani aktivitas baru bersama orang-orang baru. Ceritanya mencari pencerahan. Akhirnya bagian diriku yang merindukan saat-saat indah berada di jalan yang lurus mengambil keputusan untuk mengabdikan diri demi sesuatu yang hakiki. It’s so beatiful…
Akhir pekan di minggu pertama kuhabiskan waktu bersama keluarga. Minggu selanjutnya berwisata ke sumber mata air di kawasan Sodong. Tempatnya tidak terlalu jauh dari asrama putri. Pesona alamnya luar biasa. Membuatku teringat pada hometown, pada petak-petak sawah, pada deras aliran sungai dan indah pemandangan desa… Seandainya bisa, ingin rasanya berlama-lama di tempat itu, sekedar berdiam diri mencari inspirasi. Huh, kadang suka tiba-tiba jadi melankolis…
Hari ini aku hanya ingin bersenggama dengan sang komputer. Udah lama banget ngga nulis. Padahal aku ditunggu, ditunggu untuk membersihkan pakaian kotor yang udah numpuk sejak seminggu yang lalu. Cakep kan?…
Kecuali hujan, di sini hawanya panas melulu. Udah kayak di Jakarte, kipas angin atau AC wajib stand by. Ngga kebayang kalo di rumah, pasti ibunda ratu marah-marah kalo harus nyalain kipas angin seharian. Bayar listriknya pasti ngga tanggung-tanggung. Ugh jadi kangen sama bunda…
Di sampingku duduk manis seorang santri cilik yang hapalan qur’annya subhanalloh luar biasa. Matanya menatap ke layar komputer, mencoba membaca rangkaian kata yang baru kuketik. Usianya 8 tahun tapi udah sanggup ngapalin suroh al-Baqoroh sampe 20 ayat. Untuk ukuran di Indonesia, yang katanya mayoritas penduduknya beragama Islam tapi hanya sedikit yang bener-bener menjadikan Islam sebagai pedoman hidup, hal itu udah bisa dibilang keren. Aku sendiri, baru termotivasi menghapal ayat-ayat nur Illahi di usiaku yang ke-23. Kalo di luar negeri sana, terutama di negeri-negeri yang masih kental nuansa perjuangan Islamnya, anak-anak hapal qur’an tuh udah jadi sesuatu yang wajar, bahkan wajib. Apalagi di Palestina, negeri konflik yang jadi target perang musuh-musuh Alloh bertebaran hafidz-hafidz cilik. Moslem Generations yang ngga akan pernah mati. Hmmh.. so touchy…
Cerita tentang hapalan, aduh jadi inget, hapalanku belum nambah lagi. Malu banget sama Dia, yang udah ngasih waktu sebegitu lapang tapi aku sebagai hamba-Nya belum bisa memberikan yang terbaik. Orang sukses udah banyak, tapi standar yang dipake beda-beda. Kebanyakan orang hanya berorientasi pada dunia. Masalah akhirat dipikirin setelah dunia tercapai dengan sempurna. Begitupun mungkin aku… Hmmh, saatnya membenahi diri.
Saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar aku dan teman-temanku mengikuti kompetisi Senam Kesehatan Jasmani. Mendekati hari perlombaan, kami latihan setiap hari. Kami kerahkan segenap semangat dan tenaga kami. Alhasil, kami membawa pulang predikat juara II tim SKJ SD tingkat Kecamatan. Luar biasa senangnya saat itu.
Saat di SMK, aku termotivasi mengasah kemampuan berbahasa Inggris dengan mengikuti kompetisi pidato Bahasa Inggris. Walaupun awalnya terasa sangat sulit, tapi akhirnya karena aku beranikan diri untuk mencoba, lama kelamaan hal itu menjadi sesuatu yang mengasyikkan. Setelah merasa enjoy, aku pun larut dalam kebiasaan ‘tampil di depan umum’. Di akhir tahunku di SMK, aku diamanatkan mewakili Kota Bogor dalam kompetisi antar siswa SMK se-Jawa Barat.
Menginjak tahun-tahun awal di bangku kuliah, aku pacu diriku untuk eksplorasi diri. Karena senang meng-observe, aku jadi senang menulis. Berawal dari ketertarikanku pada komunitas ‘punk’, aku mengikuti kompetisi karya tulis antar mahasiswa di kampus. Luar biasa, aku terpilih menjadi salah satu perwakilan kampus untuk mengikuti kompetisi tingkat wilayah di Semarang. Percaya atau tidak, jurinya sendiri yang bilang sebenernya tulisanku ngga bagus-bagus amat….??? Ya, akupun menyadarinya. Yang aku punya hanya semangat untuk menggali ilmu.
Sekarang aku seolah tertantang untuk mengabdikan diriku demi sesuatu yang kuanggap sangat istimewa. Kupikir banyak sekali orang super, tapi hanya sedikit orang yang mau berkomitmen menyerahkan dirinya sepenuhnya pada sesuatu yang bernilai hakiki. Atau ada sebagian dari mereka yang sudah berikrar ingin berjalan di jalan yang lurus, tapi masih belum menemukan titik optimal dalam berusaha memberikan yang terbaik.
ALL OUT!!! Total dalam mengerjakan sesuatu. Sepenuh hati, segenap tenaga. GET THE FEEL. DO OUR BEST, GIVE ALLOH THE REST. DO MORE, TALK LESS.. Show off tuh ngga penting, lebih penting action!!! Bergerak, bergerak, bergerak, menuju cahaya… Ditambah doa yang istiqomah, insya Alloh terlaksana segala cita-cita.
MAN JADDA WA JADDA…
Subhanalloh, koreksi juga buat diri sendiri nih… Kalo ngga mau gitu, ngga usah deh ngayal jadi orang sukses. Apalagi sukses dunia-akhirat. Muke lu jauuuuh!!!! Peace…:D
[Diakhiri hamdalah…. by. RHAY MG]
Minggu, 15 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar